Showing posts with label Christina Tirta. Show all posts
Showing posts with label Christina Tirta. Show all posts

Monday, December 4, 2017

Falling Star by Christina Tirta

December 04, 2017 0 Comments

Falling Star by Christina Tirta


📓 Judul Buku     : Falling Star  
📓 Penulis             : Christina Tirta
📓 Penerbit          : Gramedia Pustaka Utama
📓 Tebal               : 248 Halaman
📓 Tahun Terbit  : November 2017
📓 My Rating      : Click Here

Blurb :

Pernah jatuh cinta pada seseorang yang luar biasa keren tapi selalu menganggapmu hanya sebagai adik manis yang lucu?

Begitulah nasib Anya Abigail selama bertahun-tahun. Gigit jari karena William Anthony yang notabene sohib kakaknya sendiri dan juga vokalis grup band Falling Star yang beken dan keren hanya menganggapnya sebagai adik sohibnya yang harus dijaga.

Tadinya Anya sudah mengubur cinta pertamanya yang telanjur kandas di tengah jalan. Namun, kehadiran cowok misterius yang bernama Louis mengubah segalanya. Louis aka Lou yang muncul secara misterius ternyata bocah titisan "setan" yang dulu pernah membuat Anya keki setengah mati.

Ah, jadi, sebenarnya siapa sih yang diinginkan Anya, William atau Lou?


Review :

Falling Star by Christina Tirta


📓 Isi Cerita dan Konflik :

"Anya yakin ia tidak salah mengenali. Ia memajukan tubuh, mengamati wajah cowok itu dari dekat. Walau telah banyak berubah, cowok itu masih memiliki senyum yang sama. Dahi Anya berkerut. Kenangan yang dimilikinya dengan cowok itu sama sekali tidak menyenangkan." (hal. 7)

Kisah Falling Star dibuka dengan pertemuan Anya dengan Lou, sosok lelaki yang pernah ia kenal saat mereka sama-sama masih kecil. Hanya saja, kenangan buruk Anya terhadap Lou sempat membuatnya memarahi lelaki yang sempat menghilang cukup lama itu.

Sebagai gadis yang baik, tentu Anya memaafkan Lou. Mereka kembali berteman baik. Terutama ketika Anya melihat banyak anak kucing lucu di rumah Lou. Tapi, Lou sepertinya punya banyak rahasia yang ia sembunyikan dari Anya. Karena ketika Anya pulang dari rumahnya, ia menghubungi seseorang dan mengatakan sesuatu.

"... Rencana kita berhasil!" Seru Lou tanpa basa-basi. (hal. 13)

Lalu, apa yang sebenarnya Lou rahasiakan dan rencanakan di belakang Anya? Bagaimana kisah mereka akan berjalan?

"Terkadang Anya lupa bahwa ia menyukai Will sejak dulu. Tepatnya sejak pertama kali ia mengenalnya, saat berusia sembilan tahun. Dan... menyukai seseorang yang digila-gilai banyak orang ternyata bukan hal menyenangkan." (hal. 16)

Konflik mulai muncul ketika Anya bimbang akan perasaannya. Ada Lou yang terlihat hangat, namun menyimpan misteri di dalamnya. Ada Will yang sering menunjukkan perhatian pada Anya, namun tidak jarang lelaki itu bersikap bahwa Anya tidak lebih dari adik sahabatnya. Apalagi ketika salah satu dari mereka mulai menyatakan perasaannya pada Anya.

"Kalau lo terpaksa jalan sama dia karena kasihan, lo bakal lebih nyakitin dia. Mana mungkin hubungan atas dasar kebohongan bisa bertahan lama?" (hal. 160)

Lalu, kepada siapa Anya akan menetapkan perasaannya? Kepada seseorang yang membuatnya nyaman? Atau bertahan pada seseorang yang merupakan cinta pertamanya?

"Dalam mencintai seseorang, lo harus berani mengambil risiko. Ditolak, dicampakkan, dikecewakan, sakit hati. Lagian, apa lo yakin kalau lo mencari jalan aman dengan memilih the sweet guy, lo bakal bebas dari risiko itu?" (hal. 165)

Awal baca blurb-nya, aku sempat mengira kalau novel ini akan memiliki satu konflik tentang Anya yang bingung menentukan perasaannya apakah ia menginginkan Will atau Lou. Tapi, setelah baca beberapa bab awalnya, ternyata konfliknya tidak sesederhana itu. Ada konflik keluarga juga, lalu tentang Lou yang diceritakan menyimpan banyak rahasia. Ini yang bikin aku penasaran sama kelanjutan ceritanya!

"Kejujuran memang seperti mata pisau. Bisa membantumu melepaskan tali yang membelit ikatan di tanganmu. Namun, sekaligus bisa mengiris tanganmu dan menorehkan luka." (hal. 209)


Komentar aku :

Sejak awal aku baca novel ini, aku langsung suka dengan cara Penulis membuka ceritanya. Cerita juga dituliskan menggunakan POV 3. Selain itu, penggambaran adegannya pun berhasil masuk di imajinasi aku. Keren!

Selain konflik cintanya Anya, aku juga dikenalkan dengan Kimi, sahabat Anya sejak kecil yang menghilang tiba-tiba karena kesalahpahaman di antara mereka. Kisah Kimi ini juga mewarnai konflik novel ini. Karena aku pun dibuat penasaran dengan keberadaan Kimi.


📓 Karakter :

Falling Star by Christina Tirta


Setelah sebelumnya aku dikenalkan dengan Lou sebagai karakter yang penuh rahasia, aku  juga  dibawa mengenal Will, cinta pertama Anya. Will adalah vokalis band Falling Star, di mana Kakak Anya, Allen adalah gitaris di band itu. Will digambarkan sebagai sosok yang mempesona dan begitu mudah membuat gadis-gadis jatuh cinta hanya dengan melihatnya. Termasuk Anya.

Sejak awal baca novel ini, aku dibawa oleh Penulis untuk mengenal beberapa karakternya yang ternyata memiliki rahasia masing-masing. Dimulai dari Lou yang memiliki rencana di belakang Anya. Lalu Will yang memiliki masa lalu kelam yang mengejutkan bagi Anya. Lalu Kimi yang entah di mana keberadaannya. Hingga Allen, Kakak Anya yang juga memiliki kisah masa lalu yang kini membuatnya belum memiliki kekasih. Semua rahasia-rahasia mereka mulai terbuka satu persatu. Dan tentunya semua mengejutkan bagi Anya. Karena terkadang kejujuran itu ada yang menyakitkan. Tapi tidak jarang juga yang menyenangkan.

Tapi, dibalik kisah haru dan manis yang disajikan selama aku baca novel ini, aku berhasil dibuat terpesona oleh karakter Allen, Kakak Anya. Sebagai anak sulung, aku ingin punya abang seperti Allen 😍. Ini satu contoh kata-kata Allen untuk Anya. 👇

"Nggak ada kakak yang kepengin liat adiknya disakitin. Termasuk gue. Walau keliatannya ancur-ancuran, gue care banget sama lo. Lo kan adik gue satu-satunya. Setelah Mama nggak ada, lo satu-satunya cewek dalam hidup gue. Nggak peduli sesulit dan semustahil apa pun, gue bakal ngelindungin lo sampai titik darah penghabisan." (hal. 186)
 

 📓 Kesimpulan :

Falling Star by Christina Tirta


"Hidup memang seperti itu, kan? Kadang senang, kadang sedih. Lagian manusia nggak akan bisa menikmati senang kalau nggak ada sedih." (hal. 215)

Secara keseluruhan, aku suka sama kisah yang diangkat pada novel Falling Star ini. Konfliknya lengkap. Tidak hanya romance antar karakternya, tapi ada juga kisah persahabatan dan keluarganya.

Aku juga suka cara Penulis membuat aku menebak rahasia yang dimiliki masing-masing karakternya. Dan bagi aku, karakternya juga terasa real. Tidak terlalu sempurna karena masing-masing punya kekurangan. Sampai-sampai aku sempat berpikir di awal kalau Anya akan berakhir sama karakter A. Tapi kemudian pikiranku berubah lagi karena ternyata A punya kekurangan. Pasti Anya bakal sama B. Lalu di tengah cerita, aku dibuat berpikir lagi karena karakter B juga punya hal yang bisa dibilang mengecewakan Anya. Sampai kemudian di akhir cerita baru aku menemukan jawabannya. Keren!

Selain kisahnya yang menarik, aku juga suka dengan penggambaran setting serta suasana yang dituliskan oleh Penulis. Jadi terasa begitu hangat dan nyaman ketika senja. Atau dingin ketika hujan mengiringi kisah mereka. Dan yang berkesan juga, banyak kutipan yang manis di dalam novel ini. Kutipan yang punya makna bahwa jujur itu penting walaupun terasa menyakitkan.


Thursday, November 30, 2017

Dangerous Game by Christina Tirta

November 30, 2017 0 Comments

 Dangerous Game by Christina Tirta


📓 Judul Buku   : Dangerous Game
📓 Penulis           : Clara Canceriana
📓 Penerbit         : Gramedia Pustaka Utama
📓 Tebal              : 336 Halaman
📓 Tahun Terbit : May 2014
📓 My Rating     : Click Here

Blurb :

Bagi Josephine alias Josie, masa lalu bukan hanya kenangan manis, tapi juga cinta yang suram dan berbahaya yang membayangi hidupnya. Setengah mati ia ingin terlepas dari perangkap itu. 

Namun saat ia bertemu dengan kakak-beradik Mario dan Nicole, lagi-lagi ia terjerembap ke lubang yang sama. Mario yang memikat hatinya ternyata juga memikat hati Kayla, sahabatnya. Tapi bukan itu yang menyeret Josie ke dalam sebuah permainan berbahaya. 

Nicole, memesona dan penuh misteri, menuntunnya ke dalam permainan yang tak ingin ia mainkan. Dan lagi-lagi Josie harus memilih antara cinta dan nuraninya. Ini bukan sekadar kisah cinta segitiga. Ini kisah cinta yang tidak biasa.
Kisah cinta yang menggiringmu ke dalam permainan berbahaya.

Review :

 Dangerous Game by Christina Tirta


📓 Isi Cerita dan Konflik :

"Tahukah kau rasanya menjadi kejam di usia sembilan belas tahun? Usia di saat kau seharusnya masih naif dan optimis?" (hal. 8)
"Selama ini aku berpikir sudah cukup mengenal dunia yang kejam ini dan mampu bertahan hidup. Namun aku salah. Aku menyadarinya setelah mengenal Nicole." (Josie - hal. 8)

Setelah baca sampai beberapa halaman awal, aku benar-benar merasakan aura Nicole yang begitu misterius. Gadis ini bahkan suka muncul tiba-tiba, dan terkadang bisa tahu isi hati seseorang.

Ada adegan yang benar-benar bikin aku berhenti baca di malam hari. Dan itu waktu Josie dan Margaret membicarakan Nicole dari jauh, namun tiba-tiba gadis itu menoleh dengan cepat dan menampilkan senyuman dan seringai yang mengerikan. Seolah ia tahu kalau sedang dibicarakan.  Dan aku ngebayangin itu di kepala aku.

"Dan tepat pada saat itu Nicole menoleh ke arah kami. Entah aku hanya berhalusinasi atau memang benar, kulihat Nicole langsung menoleh ke arah kami. Dan kulihat tatapannya setajam es diiringi seringai mengerikan. Mendadak aku merinding." (hal76)

Komentar aku :

"Apa kamu tahu? Jangan pernah menyembunyikan kebohongan karena kebenaran akan selalu menemukan jalannya seperti bayangan selalu menemukan pemiliknya saat matahari beranjak pergi." (hal. 166)

Sejak awal baca Dangerous Games, suasana Dark-nya langsung terasa. Kesan Dark ini terasa dari penuturan Josie tentang dirinya yang yakin hidupnya aman dan nyaman sebelum bertemu Nicole.

Kesan Dark memang diperkuat dari penggambaran karakter Nicole yang suka muncul tiba-tiba dengan aura yang mengerikan, dan seolah bisa tahu isi pikiran orang lain.

Untuk konfliknya sendiri, aku suka bagaimana Penulis menggambarkan awal konfliknya. Tentang gimana masa lalu Josie, tentang gimana 'sakit'nya sosok Nicole. Dan penyelesaian konfliknya pun sesuai dengan yang aku harapkan.


📓 Karakter :

 Dangerous Game by Christina Tirta

"Beware, sweet can be very deadly." (hal. 214)
"Kamu ingat kan, kata-kataku di pesta ultah Nicole? Dia itu sakit, Jo! Gue gak bercanda!" (hal. 122)
"Bila ia menyayangi sesuatu atau seseorang, dia akan melakukan apa saja demi barang atau orang itu. Begitu pula kebalikannya, bila ia membenci seseorang... Ia bisa berbuat apa pun untuk menyakiti bahkan menyingkirkan orang itu." (hal. 202)

Sejak awal baca novel ini, menurutku karakter yang sangat kuat itu Nicole. Di awal kemunculannya, aku sendiri sudah merasakan keanehan pada gadis ini. Dan seiring cerita berjalan, benar saja, gadis yang suka menggunakan dress baby doll ini sering melakukan hal yang tidak masuk akal. Tapi, tentu saja, dibalik sikap itu, Nicole punya alasan kenapa ia bisa sampai seperti itu.


📓 Kesimpulan :

 Dangerous Game by Christina Tirta

"Kau memang tak bisa menyembunyikan kebohongan selamanya." (hal. 289)

Selesai sudah aku baca buku ini. Dan benar, buku ini memang ber-genre Dark Romance. Dark-nya terasa dari sosok Nicole yang punya aura dingin dan mengerikan. Aku merasa justru karakter Nicole lebih kuat daripada karakter utamanya sendiri. Mungkin supaya kesan Dark-nya lebih terasa ya, jadinya penggambaran karakternya pun lebih kuat.

Jadi, buku ini aku rekomendasikan untuk kamu yang tertarik baca novel bergenre Dark Romance, namun dengan kesan Dark yang kuat. Karena di buku ini bukan romance-nya yang jadi perhatian utama aku, tapi kesan Dark-nya


 


After That Night by Christina Tirta

November 30, 2017 0 Comments

 After That Night by Christina Tirta


📓 Judul Buku   : After That Night
📓 Penulis           : Christina Tirta
📓 Penerbit         : Elex Media Komputindo
📓 Tebal              : 264 Halaman
📓 Tahun Terbit : February 2017
📓 My Rating     : Click Here

Blurb :

Eric Pieters : Lajang, pemilik kafe, tampan, menawan.

Elle Rashita : Telah bertunangan, guru sekolah dasar, manis, sederhana.

Mereka selalu bertemu tanpa disengaja. Elle, wanita yang ditemukan Eric dalam keadaan mabuk dan meracau di kafe miliknya, ternyata wali kelas Devon, keponakannya.
Pengkhianatan yang dirasakan Elle membuatnya terlihat sangat menyedihkan saat itu. Tapi, penampilan yang sekarang sangat bertolak belakang.
Rasa penasaran dan sikap agresif Eric membuat Elle begitu waswas sekaligus bersemangat.
Eric seolah datang membawa harapan dan keberanian.
Elle ingin berjuang atas nama cinta dan kesetiaan.

Selalu ada kesempatan kedua. Tapi, kali ini, haruskah Elle mengikuti kata hatinya dan melepaskan segala rasa takutnya?


Review :


 After That Night by Christina Tirta


📓 Isi Cerita dan Konflik :

"Elle Rashita membuatnya penasaran lebih dari perempuan mana pun." (hal. 26)

Di beberapa bab awal, aku dibawa untuk mengenal sosok Elle Rashita dan Eric Pieters. Elle yang merupakan guru SD yang sederhana dan manis, ternyata memiliki sisi lain ketika dirinya mengetahui kekasihnya yang berada di luar negeri, mencium wanita lain.

"Elle membuatnya menyadari arti kata setia dan sakit hati. Bukan berarti selama ini ia tak mengerti. Hanya saja, ia tak menyangka bahwa sesuatu yang terdengar sederhana bisa menghancurkan hati seorang perempuan hingga seperti itu." (hal. 51)

Sementara Erik, ia yang penasaran pada Elle sejak pertama melihatnya di kafe miliknya dalam keadaan mabuk dan meracau tentang sakit hati, justru mulai perlahan jatuh cinta ketika mengetahui Elle tampak begitu manis dan sederhana ketika muncul sebagai guru SD keponakannya.

"... Bagaimanapun, status Elle adalah tunangan orang." (hal. 61)

Kisah berlanjut dengan Eric yang semakin berani mendekati Elle. Bahkan ia dengan sengaja menggunakan keponakannya, Devon sebagai alasan agar bisa sering bertemu dengan Elle. Padahal Elle sudah terang-terangan mengaku bahwa ia sudah bertunangan.

 "Sejak awal aku melihatmu di kafe, aku sudah tertarik padamu. Aku bukan seseorang yang percaya cinta pada pandangan pertama atau omong kosong sejenisnya. Tapi, kamu memang mencuri perhatianku. Dengan cara yang tidak biasa." (Eric - hal. 171)

Lalu bagaimana kisah Eric dan Elle berlanjut? Bisakah Eric mendapatkan hati Elle yang masih setia pada Brian, tunangannya yang sudah begitu jelas menyakitinya? 


Komentar aku :


".. Kadang, tak masalah bila akhirnya kita tidak mencapai tujuan atau melenceng dari target, asalkan selama perjalanan, kita bersama seseorang yang kita cintai." (hal. 182)


Pada bab awal, aku langsung suka dengan tulisan Penulis. Tentang penggambaran karakter utamanya, tentang cerita yang to the point sejak awal, dan tentang penggambaran situasinya yang dengan mudah bisa aku gambarkan di imajinasi aku, terutama tentang lingkungan apartemennya Elle dan Manda (sepupu Elle) yang terasa begitu nyaman dan hangat.

Di beberapa bab yang baru aku baca juga, aku mulai diceritakan sosok ibu dari Brian, tunangan Elle. Sosok yang digambarkan bahwa Ibu Gu Jun Pyo dari Boys Over Flower itu memang benar ada di dunia nyata. Sosok Ibu yang arogan dan tidak mudah dibuat senang. Dan Penulis menggambarkan karakternya dengan lucu melalui deskripsi Eric. Eric menyebutnya Tante Sarang Burung. Ini lucu!

Selain itu, aku suka dengan perasaan yang perlahan tumbuh pada Elle karena perhatian Eric. Terasa tidak dipaksakan. Namun, sebagai wanita yang setia, tentu saja Elle tidak semudah itu jatuh ke pelukan Eric.


📓 Karakter :


 After That Night by Christina Tirta


"Kamu seharusnya sering-sering pakai gaun yang anggun." (Brian - hal. 80)
"... Kamu kelihatan cute kok, pake kaus begitu. Aku suka." (Eric - hal. 66)

Perbedaan besar antara Brian (tunangan Elle) dengan Eric adalah Brian lebih suka Elle terlihat glamor, sedangkan Eric jatuh cinta pada Elle yang sederhana. Melihat penampilan Elle yang sederhana saja Eric sudah jatuh cinta. Bagaimana jika Elle tampil dengan make up lengkap dan gaun di hadapannya?

"Aku gak minta kesempatan atau apa pun darimu, Elle. Aku hanya berharap satu hal, aku ingin kamu bahagia dengan pilihanmu. Sungguh, aku hanya ingin melihatmu bahagia." (Eric - hal. 172)

Semakin ke sini, aku makin suka dengan sosok Eric. Ia begitu menyenangkan, walaupun kadang terlalu bersemangat mendekati Elle. Tapi, aku suka dengan cara Eric mendekati Elle. Ia memulainya dengan berusaha membuat gadis itu nyaman dan bisa tertawa di dekatnya.

Eric yang sejak awal digambarkan sebagai sosok yang menyenangkan dan easy going sekaligus bikin nyaman, itu juga terus bertahan sampai akhir cerita. Cara penulisan Penulis bikin aku ikut ngerasain betapa Eric bisa begitu mudahnya membuat Elle nyaman sekaligus was was.

Untuk karakter Elle, aku juga suka dengan sosok Elle yang sederhana, manis, dan terkadang terlalu takut mengambil resiko hanya karena takut kehilangan seseorang dalam hidupnya. Tapi, ia punya pendirian yang kuat. Karena walaupun Eric terus mendekatinya, Elle selalu menolak karena ia sudah bertunangan. Elle juga tidak cengeng. Ini juga yang aku suka dari karakter perempuan di dunia fiksi.

📓 Kesimpulan :

 After That Night by Christina Tirta

"Mungkin hanya itu yang dibutuhkan untuk memutuskan sebuah hubungan buruk. Keberanian untuk melepaskan dan membela diri sendiri." (hal. 225)

After That Night adalah karya Kak Christina Tirta yang pertama kali aku baca. Dan aku langsung dibuat jatuh cinta sama tulisannya. Dari prolognya saja aku langsung dibuat tertarik buat lanjut terus ke halaman berikutnya. Iya, After That Night ini page turner banget. Karena aku beneran dibikin penasaran dengan perkembangan kisah Elle dan Eric ini.

Untuk konflik di ceritanya sendiri diawali dengan jelas dan diakhiri dengan sangat baik. Jadi tidak ada kesan tergesa-gesa, dan aku pun jadi menikmati alurnya sampai cerita selesai di epilog.

Ada beberapa momen yang bikin aku ikut tersenyum sekaligus merinding karena ini romantis banget! 
 
Akhirnya selesai sudah aku baca buku ini. Dan aku bisa simpulkan kalo aku sukaa bangeett sama jalan ceritanya yang ringan tapi tepat sasaran! Romance-nya dapet banget!